Ilustrasi AI Slop

Apa Itu AI Slop yang Menjadi Sorotan Bos Microsoft baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Wintechmobiles.com – Fenomena AI slop menjadi perhatian serius di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan generatif. Istilah ini merujuk pada konten AI berkualitas rendah yang diproduksi secara massal.

Dalam tiga tahun terakhir, model bahasa besar mendorong kemampuan AI menghasilkan teks kompleks secara mandiri. Namun, kemudahan tersebut memicu ledakan AI slop di berbagai platform digital.

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

Laporan Kapwing yang dikutip The Guardian mengungkap temuan mengejutkan. Lebih dari satu dari lima video YouTube Shorts untuk pengguna baru tergolong konten AI berkualitas rendah.

Dari 500 video awal YouTube Shorts yang dianalisis, 104 video dihasilkan oleh AI. Sebanyak 165 video lainnya dikategorikan sebagai brainrot.

Secara keseluruhan, 54 persen konten berasal dari AI slop dan brainrot. Brainrot didefinisikan sebagai video tidak bermakna yang berdampak buruk pada kondisi mental penonton.

Kapwing menyebut konten brainrot sering diproduksi dengan bantuan AI. Popularitas konten semacam ini berbeda di setiap negara.

Saluran AI slop berbahasa Spanyol tercatat memiliki total 20,22 juta pelanggan. Jumlah tersebut tertinggi dibanding negara lain.

Amerika Serikat memiliki sembilan saluran AI slop dalam 100 teratas. Total pelanggannya mencapai 14,47 juta.

YouTube bukan satu-satunya platform yang dipenuhi AI slop. Konten serupa juga membanjiri media sosial lain.

Laporan Mashable menyebut konten AI semakin mendominasi linimasa. Contohnya termasuk hewan palsu hingga adegan mesin berat yang tidak masuk akal.

Analisis The Guardian menemukan hampir 10 persen saluran YouTube dengan pertumbuhan tercepat dihasilkan oleh AI. Temuan ini muncul meski ada upaya pembatasan konten tidak autentik.

Peneliti teknologi Rohini Lakshaney menilai daya tarik konten AI berasal dari keanehan visual. Ketiadaan alur cerita membuatnya mudah dikonsumsi penonton baru.

Saluran Pouty Frenchie dari Singapura menargetkan anak-anak. Kanal ini mengumpulkan dua miliar tayangan dengan kisah fantasi seekor anjing.

Kapwing memperkirakan pendapatan kanal tersebut hampir US$4 juta per tahun. Cuentos Fantásticos dari AS juga menargetkan anak-anak dengan gaya kartun.

Saluran The AI World dari Pakistan menampilkan video AI tentang banjir ekstrem. Video tersebut mengumpulkan 1,3 miliar tayangan.

Di balik fenomena ini, terdapat industri monetisasi berbasis AI slop. Banyak kreator saling berbagi strategi di berbagai platform daring.

Jurnalis Max Read menyebut ekosistem AI slop dipenuhi penjual kursus. Banyak dari mereka meraup keuntungan lebih besar dibanding kreatornya.

Sebagian besar pembuat AI slop berasal dari negara berpendapatan menengah. Faktor ekonomi dan akses internet menjadi pendorong utama.

AI slop juga memicu kekhawatiran di dunia akademik. Studi UC Berkeley dan Cornell meneliti dampak AI terhadap produktivitas ilmiah.

Hasilnya menunjukkan penggunaan AI meningkatkan jumlah publikasi pra-cetak secara signifikan. Dampak terbesar terlihat pada penulis non-penutur bahasa Inggris.

Namun, kualitas artikel berbantuan AI dinilai problematis. Bahasa kompleks justru menurunkan peluang publikasi akhir.

Temuan ini menunjukkan AI slop juga merambah ranah ilmiah. Bahasa rumit kerap digunakan untuk menutupi kontribusi akademik yang lemah.

Meski demikian, AI meningkatkan keragaman sumber akademik. Pengguna mesin pencari berbasis AI terpapar publikasi lebih beragam dan terbaru.

Ke depan, AI akan semakin sulit dihindari dalam penulisan ilmiah. Tantangan utama terletak pada penilaian kualitas riset yang lebih substansial.

Fenomena AI slop menuntut evaluasi yang lebih kritis. Peninjauan metodologi dan kontribusi riset menjadi kunci menjaga kualitas ilmu pengetahuan.