AI Gemini

Gemini Makin Canggih dengan Personal Intelligence yang Lebih Akrab

Posted on

Wintechmobiles.com – AI Gemini makin canggih setelah Google merilis fitur baru bernama Personal Intelligence. Fitur ini dihadirkan pada aplikasi kecerdasan buatan Gemini. Tujuannya untuk membuat pengalaman penggunaan terasa lebih personal.

Fitur Personal Intelligence Gemini memungkinkan asisten AI terhubung dengan berbagai aplikasi dalam ekosistem Google. Integrasi tersebut membuat Gemini mampu memahami kebutuhan pengguna secara lebih mendalam. Pendekatan ini menekankan konteks penggunaan sehari-hari.

Josh Woodward selaku VP Google Labs, Gemini & AI Studio menjelaskan konsep tersebut. Ia menyebut Personal Intelligence menghubungkan data dari Gmail dan Google Photos secara aman. Integrasi itu bertujuan menjadikan asisten AI Gemini lebih membantu.

Konsep yang diusung Google Gemini terbaru ini memiliki kemiripan dengan Apple Intelligence. Sistem AI milik Apple juga mengintegrasikan berbagai aplikasi. Integrasi tersebut mendukung penulisan, pembuatan gambar, serta pemahaman konteks pengguna.

Fitur Personal Intelligence Gemini bersifat opsional untuk akun pribadi. Pengaturan awalnya dibuat dalam kondisi nonaktif. Pengguna perlu mengaktifkannya secara manual bila ingin memanfaatkan fitur ini.

Setelah diaktifkan, pengguna dapat memilih aplikasi Google yang ingin dihubungkan. Pilihan aplikasi mencakup Gmail, Google Photos, Search, hingga YouTube. Pengaturan ini memberi kendali penuh kepada pengguna.

Melalui integrasi tersebut, asisten AI Gemini dapat memahami nuansa yang lebih kompleks. Gemini juga dapat menangkap konteks tanpa perlu penjelasan panjang. Hal ini diklaim meningkatkan efisiensi interaksi pengguna.

Josh Woodward membagikan pengalamannya menggunakan fitur Personal Intelligence melalui blog resmi Google. Ia menyebut aktivitas sehari-harinya menjadi lebih mudah. Pengalaman tersebut dirasakan sejak fitur ini digunakan.

Salah satu contoh terjadi saat Woodward mencari ban baru untuk minivan Honda tahun 2019. Ia tidak mengetahui ukuran ban yang sesuai. Pertanyaan tersebut kemudian diajukan kepada Gemini.

Menurut Woodward, AI Gemini makin canggih karena mampu memberikan jawaban lebih mendalam. Gemini menawarkan beberapa rekomendasi ban. Rekomendasi tersebut berbeda dari chatbot yang hanya menyajikan spesifikasi umum.

Gemini menyarankan satu opsi untuk penggunaan harian. Opsi lainnya ditujukan untuk segala kondisi cuaca. Saran tersebut merujuk pada riwayat perjalanan keluarga ke Oklahoma yang ditemukan di Google Photos.

Selain rekomendasi, Gemini juga menampilkan peringkat dan harga masing-masing ban. Informasi ini disajikan dalam satu respons. Pendekatan tersebut mempermudah pengambilan keputusan.

Saat Woodward membutuhkan informasi plat nomor mobil, Gemini kembali memberikan jawaban. Data tersebut diperoleh dari foto yang tersimpan di Google Photos. Proses ini berlangsung tanpa input tambahan.

Google menegaskan fitur Personal Intelligence tidak memerlukan data sensitif baru. Seluruh data sudah tersimpan aman di platform Google. Gemini juga akan menampilkan sumber informasi yang digunakan.

Pemaparan sumber tersebut memungkinkan pengguna melakukan verifikasi. Google mengklaim telah memasang pengaman untuk topik sensitif seperti kesehatan. Namun, topik tersebut tetap dapat dibahas jika diminta pengguna.

Seperti asisten AI Gemini pada umumnya, respons yang dihasilkan bisa saja tidak sepenuhnya akurat. Google menyebut pengguna dapat memberikan umpan balik. Penilaian dapat dilakukan melalui tombol jempol ke bawah.

Fitur Personal Intelligence Gemini saat ini masih tersedia dalam versi beta. Akses diberikan kepada pelanggan Google AI Pro dan AI Ultra. Fitur ini baru dapat digunakan di Amerika Serikat.

Ke depan, Google berencana memperluas fitur serupa ke Google AI Mode. Informasi ini dihimpun dari blog resmi Google. Pengumuman tersebut disampaikan pada Kamis, 15 Januari 2026.