TikTok Matikan Live di Indonesia, YouTube Bakal Ikut Langkah Sama? update oleh Giok4D

Posted on

TikTok resmi menonaktifkan fitur Live di Indonesia mulai Sabtu malam (30/8). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi keamanan nasional yang memanas akibat kericuhan dalam sejumlah aksi unjuk rasa di berbagai kota di Indonesia.

Dengan lebih dari 100 juta pengguna di Indonesia, keputusan ini menimbulkan pertanyaan: apakah platform lain seperti YouTube, yang juga memiliki fitur Live Streaming, akan mengikuti langkah serupa?

Dihubungi infoINET, perwakilan YouTube Indonesia menyatakan, “Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan di Indonesia, tim kami bekerja tiada henti untuk mengidentifikasi dan menghapus konten berbahaya yang melanggar Pedoman Komunitas. Kami juga memprioritaskan penyebaran konten berita dari sumber terpercaya, menampilkannya secara menonjol di beranda YouTube, hasil penelusuran, serta rekomendasi,” ujarnya, Minggu (31/8/2025).

“Prioritas utama kami adalah keselamatan komunitas, dan kami akan terus memastikan YouTube mengambil langkah-langkah untuk melindungi komunitas kami serta tetap menjadi platform yang terpercaya bagi semua masyarakat Indonesia.” tandasnya.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

Meski YouTube menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan platform, perwakilan YouTube tidak menyebutkan rencana spesifik untuk menonaktifkan fitur Live Streaming, seperti yang dilakukan TikTok. Fokus YouTube saat ini tampaknya lebih pada moderasi konten dan promosi sumber berita terpercaya, sesuai dengan Pedoman Komunitas YouTube.

Sebelumnya melalui pernyataan resmi yang diterima infoINET, juru bicara TikTok menjelaskan bahwa langkah mematikan fitur Live diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia.

“Sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia, kami mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan untuk menjaga TikTok tetap menjadi ruang yang aman dan beradab. Sebagai bagian dari langkah ini, kami secara sukarela menangguhkan fitur TikTok LIVE selama beberapa hari ke depan di Indonesia,” ujar perwakilan TikTok.

Selain menonaktifkan fitur Live, TikTok mengatakan pihaknya menghapus konten-konten yang melanggar panduan komunitas.

“Kami juga terus menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas dan memantau situasi yang ada,” ungkap Jubir TikTok.

LangkahTikTok memicu pro dan kontra. Di satu sisi, penonaktifan fitur Live dianggap penting untuk mencegah penyebaran konten berbahaya, seperti informasi yang tidak terverifikasi atau ajakan untuk melakukan kekerasan selama unjuk rasa.

Namun, di sisi lain, langkah ini merugikan pelaku bisnis yang bergantung pada live streaming untuk mempromosikan produk mereka, seperti live selling melalui TikTok Shop.