Banyak orang masih salah kaprah menyebut paus sebagai ikan. Maklum, hewan raksasa ini hidup di laut, berenang dengan lincah, dan bentuk tubuhnya mirip ikan.
Namun, secara ilmiah, apakah paus benar-benar ikan atau justru mamalia? Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan fakta ilmiah.
Secara ilmiah, paus termasuk ke dalam kelompok mamalia (ordoCetacea) yang berkerabat dekat dengan lumba-lumba dan pesut.
Meskipun bentuknya mirip ikan dan habitatnya di air, paus memiliki sejumlah karakteristik yang hanya ditemukan pada mamalia.
Tahukah kamu bahwa nenek moyang paus adalah hewan darat berkaki empat? Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, para ilmuwan meyakini bahwa paus berevolusi dari mamalia darat yang disebut Pakicetus sekitar 50 juta tahun yang lalu.
Seiring waktu, hewan ini perlahan-lahan kembali ke lautan untuk mencari makanan. Kaki depannya berevolusi menjadi sirip, kaki belakangnya menghilang, dan bentuk tubuhnya menjadi ramping dan hidrodinamis, mirip torpedo, untuk memudahkannya bergerak di air.
Proses adaptasi inilah yang membuat paus memiliki kemiripan superfisial dengan ikan, tetapi secara genetik dan biologis mereka tetap mamalia.
Singkatnya, ikan paus adalah mamalia. Kemiripannya dengan ikan hanyalah hasil dari evolusi konvergen, di mana dua spesies yang tidak memiliki hubungan kekerabatan yang dekat mengembangkan ciri-ciri fisik yang serupa karena hidup di lingkungan yang sama dan menghadapi tekanan seleksi yang serupa.
Jadi, meskipun mereka berenang bersama ikan, paus memiliki “silsilah” yang jauh berbeda dan lebih dekat dengan hewan darat lainnya seperti kuda nil.