Aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta pada 29 Agustus 2025 meninggalkan luka bagi fasilitas publik. Sejumlah oknum melakukan tindakan merusak dan membakar tujuh halte TransJakarta serta satu stasiun MRT, memicu kemarahan warganet di media sosial.
Berdasarkan laporan, tujuh halte TransJakarta yang menjadi sasaran perusakan adalah Halte Bundaran Senayan, Pemuda Pramuka, Polda Metro Jaya, Senen Toyota Rangga, Sentral Senen, Senayan, dan Gerbang Pemuda.
Selain itu, Stasiun MRT Istora Mandiri terpaksa ditutup sementara akibat aksi demonstrasi di sekitar Polda Metro Jaya. Tindakan vandalisme dan pembakaran ini tidak hanya mengganggu operasional transportasi umum, tetapi juga merugikan masyarakat luas yang mengandalkan layanan tersebut.
Warganet di platform X ramai-ramai mengungkapkan kesedihan dan kekecewaan mereka. Banyak netizen mengingatkan fasilitas publik yang dibangun menggunakan dana pajak.
“Kenapa halte TJ selalu jd korban si? Padahal kan itu pake pajak jg bangunannya yg banyak dipakai oleh rakyat bkn bapak/ibu dewan terhormat. Semoga teman-teman tdk mudah terprovokasi yaa, jaga diri kalian,” ujar @windaiswaraa.
“fokus kita itu untuk menggulingkan DPR! membakar fasilitas umum sama saja kita menyia-nyiakan uang pajak yg sudah kita bayar! bakar gedung dpr juga sama aja karna nanti mereka benerin gedung pakai uang kita! KITA DEMO DENGAN DAMAI!,” ajak @xnghanpride.
“sedih banget liat Halte TJ Senayan bank DKI dan MRT Senayan Mastercard. Kemarin sore sblm balik masih pamitan sama satpam MRT Senayan.. bapaknya blg hati2 mba, ku balas dgn bapak juga hati2…Tempat nunggu bus, tempat bengong, tempat sarapan, tempat nangis guee,” kata @meowchalattte.
“ingat teman-teman, ini ulah oknum/provokator yang diselipin ke dalem demonstran. demonstran yang waras lebih milih ancurin gedung dpr atau bahkan rumah pejabat dpr daripada transum. ingat, pembakaran itu ulah oknum/provokator. they aim us, they scared of us,” kata @adamicmac.
“Ingat, pembangunan dan pelayanan MRT dari pajak kita. Bagian dari sarana transportasi kita. Bagian dari fasilitas rumah kita. Kita pakai dan kita jaga,” ujar @hanaeka.
“Bagian yang menyedihkan dari ini adalah rakyat pengguna transum kesulitan akses untuk kerja, sementara dewan pulang plesiran dari LN naik mobil mewah dan bersantai di rumah yang tetap kinclong aman sentosa. Provokator aksi ini jelas berpihak pada siapa,” tutur @mrskudou.