Microsoft Luncurkan Model AI Buatan Sendiri, Mau Pisah dengan OpenAI?

Posted on

Microsoft selama ini mengandalkan model AI milik OpenAI untuk mengotaki produk andalannya seperti Copilot dan Bing. Kini Microsoft mulai mengurangi ketergantungannya dengan meluncurkan model AI yang mereka latih sendiri.

Divisi AI Microsoft mengumumkan model AI buatan sendiri pertamanya yaitu MAI-Voice-1 AI dan MAI-1-preview. MAI-Voice-1 adalah model pembuat ucapan alami pertama milik Microsoft, sedangkan MAI-1-preview adalah model berbasis teks yang dilatih sepenuhnya oleh Microsoft.

Microsoft saat ini sudah memakai model MAI-Voice-1 untuk mentenagai beberapa fiturnya, termasuk Copilot Daily dan Podcast. Pengguna bisa menjajal MAI-Voice-1 di Copilot Labs, di mana pengguna bisa menuliskan apa yang ingin model AI itu katakan, serta mengubah suara dan gaya bicaranya.

Selain itu, Microsoft juga mengumumkan model MAI-1-preview yang dirancang untuk mengikuti instruksi dan memberikan jawaban yang membantu untuk query sehari-hari. Model ini mulai diuji coba di platform benchmark AI LMArena dan akan digulirkan di Copilot dalam beberapa waktu ke depan.

“Kami akan meluncurkan MAI-1-preview untuk use case teks tertentu dalam Copilot dalam beberapa pekan ke depan untuk belajar dan ditingkatkan dari masukan pengguna,” tulis Microsoft dalam postingan blognya, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (30/8/2025).

Mustafa Suleyman, kepala divisi AI Microsoft mengatakan efisiensi dan efektivitas biaya menjadi fokus utama dalam pengembangan dua model AI ini.

MAI-Voice-1 dijalankan menggunakan satu GPU, sedangkan MAI-1-preview dilatih menggunakan 15.000 unit GPU Nvidia H-100. Sebagai perbandingan, model lain, seperti Grok milik xAI, membutuhkan lebih dari 100.000 GPU untuk dilatih.

Sementara itu, Microsoft menjadi mitra strategis OpenAI, yang saat ini menjadi salah satu pemimpin di sektor AI dengan ChatGPT. Microsoft telah berinvestasi lebih dari USD 13 miliar di OpenAI, dan startup besutan Sam Altman itu mengandalkan infrastruktur cloud dari Microsoft untuk menjalankan modelnya.

Tapi kedua perusahaan ini sepertinya ingin bergerak sendiri di industri AI. Tahun lalu, Microsoft memasukkan OpenAI ke dalam daftar perusahaan pesaing di laporan tahunannya. Daftar itu juga diisi perusahaan raksasa seperti Amazon, Apple, Google, dan Meta.

Dalam beberapa bulan terakhir, OpenAI juga beralih ke penyedia cloud lainnya seperti CoreWeave, Google dan Oracle untuk memenuhi permintaan yang tinggi. ChatGPT, chatbot milik OpenAI, kini melayani lebih dari 700 juta orang per minggu.